Selasa, 27 Mei 2025

Sumbar Trip 2025: Menuju Kampung Halaman (Part 3)

Note: Postingan sebelumnya ada di blog pendahulu, silakan baca part 1 di sini dan part 2 di sini.


Di Rumah Makan Umega, Kabupaten Dharmasraya.


Ngopi dulu sebelum bis jalan lagi.

18 Maret 2025

Sekitar pukul 02.45 WIB, bis nomor 5 rombongan Pulang Basamo tujuan Padang tiba di Rumah Makan Umega, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Seperti biasa, para pemudik keluar dari bis dan melakukan beragam aktivitas seperti membeli makanan, beribadah di musala, hingga buang air kecil di toilet. Begitu turun dari bis, aku mengikuti Fikri yang duduk di sebelahku. Mulai dari pergi ke toilet, menunggu Fikri selesai salat di musala (aku salat Maghrib dan Isya di dalam bis), hingga akhirnya santap sahur di Rumah Makan Umega. Sebagai catatan, aku sahur pakai nasi dan telur balado yang harganya 25 ribu rupiah. Sebelum membayar makanan yang aku santap, aku sempat diberi uang sebesar 33 ribu rupiah dari Fikri untuk uang makan saat turun dari bis. Setelah makan, aku menyempatkan diri untuk membeli kopi bubuk Good Day Cappuccino yang sudah diseduh seharga lima ribu rupiah dan kopi itu, aku bawa ke dalam bis beberapa menit sebelum bis kembali berjalan menuju tempat tujuan.

***

Sampai Talang, tapi maaf aku ke mau Padang dulu.


Sampai juga di Masjid Raya Sumatera Barat.

Sekitar pukul 06.30 WIB, Fikri turun dari bis di Sawahlunto karena dia mudik ke kota tersebut. Beda halnya dengan aku yang bingung mau turun di Padang atau di Talang, Solok yang merupakan kampung halaman almarhum papaku. Sekitar pukul 08.00 WIB bis melewati Talang, tepatnya di depan SMP Negeri 1 Talang, tempat biasa aku turun dari kendaraan jika aku pergi ke Talang karena rumah adik papaku yang bernama Te Sarinah berada di seberang SMP Negeri 1 Talang, lebih tepatnya masuk ke dalam perbukitan. Karena masih bimbang dan aku tak sempat meminta kenek bis turun di depan SMP Negeri 1 Talang, secara otomatis aku melanjutkan perjalanan mudik hingga aku tiba di Masjid Raya Sumatera Barat pada pukul 10.45 WIB. Padahal Pak Etek (suami Te Sarinah) sempat memintaku turun di SMP Negeri 1 Talang lewat pesan di WhatsApp. Setelah tiba di tempat tujuan akhir, aku bisa merasakan bagaimana mudik ke Padang sendirian hanya bermodalkan program mudik gratis. Rasanya aku tidak menyangka bisa mudik ke Padang dengan cara yang luar biasa. Perjalanan aku di Sumatera Barat akan segera dimulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sumbar Trip 2025: Bertemu Mas Yudi

Masjid Mahmud Aro Talang, tempat aku salat Jumat di Talang. Talang, 21 Maret 2025 Hari Jumat, aku pergi salat Jumat di Masjid Mahmud Aro T...