Note: Postingan sebelumnya ada di blog pendahulu, silakan baca part 1 di sini dan part 2 di sini.
![]() |
| Di Rumah Makan Umega, Kabupaten Dharmasraya. |
![]() |
| Ngopi dulu sebelum bis jalan lagi. |
18 Maret 2025
Sekitar pukul 02.45 WIB, bis
nomor 5 rombongan Pulang Basamo tujuan Padang tiba di Rumah Makan Umega,
Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Seperti biasa, para pemudik keluar dari
bis dan melakukan beragam aktivitas seperti membeli makanan, beribadah di
musala, hingga buang air kecil di toilet. Begitu turun dari bis, aku mengikuti
Fikri yang duduk di sebelahku. Mulai dari pergi ke toilet, menunggu Fikri
selesai salat di musala (aku salat Maghrib dan Isya di dalam bis), hingga
akhirnya santap sahur di Rumah Makan Umega. Sebagai catatan, aku sahur pakai
nasi dan telur balado yang harganya 25 ribu rupiah. Sebelum membayar makanan
yang aku santap, aku sempat diberi uang sebesar 33 ribu rupiah dari Fikri untuk
uang makan saat turun dari bis. Setelah makan, aku menyempatkan diri untuk
membeli kopi bubuk Good Day Cappuccino yang sudah diseduh seharga lima ribu
rupiah dan kopi itu, aku bawa ke dalam bis beberapa menit sebelum bis kembali
berjalan menuju tempat tujuan.
***
![]() |
| Sampai Talang, tapi maaf aku ke mau Padang dulu. |
![]() |
| Sampai juga di Masjid Raya Sumatera Barat. |
Sekitar pukul 06.30 WIB, Fikri turun dari bis di Sawahlunto karena dia mudik ke kota tersebut. Beda halnya dengan aku yang bingung mau turun di Padang atau di Talang, Solok yang merupakan kampung halaman almarhum papaku. Sekitar pukul 08.00 WIB bis melewati Talang, tepatnya di depan SMP Negeri 1 Talang, tempat biasa aku turun dari kendaraan jika aku pergi ke Talang karena rumah adik papaku yang bernama Te Sarinah berada di seberang SMP Negeri 1 Talang, lebih tepatnya masuk ke dalam perbukitan. Karena masih bimbang dan aku tak sempat meminta kenek bis turun di depan SMP Negeri 1 Talang, secara otomatis aku melanjutkan perjalanan mudik hingga aku tiba di Masjid Raya Sumatera Barat pada pukul 10.45 WIB. Padahal Pak Etek (suami Te Sarinah) sempat memintaku turun di SMP Negeri 1 Talang lewat pesan di WhatsApp. Setelah tiba di tempat tujuan akhir, aku bisa merasakan bagaimana mudik ke Padang sendirian hanya bermodalkan program mudik gratis. Rasanya aku tidak menyangka bisa mudik ke Padang dengan cara yang luar biasa. Perjalanan aku di Sumatera Barat akan segera dimulai.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar