Talang, 20 Maret 2025
Setelah menetap di
Pampangan selama dua hari, aku dan Icha berangkat ke Talang, Kabupaten Solok,
kampung halaman almarhum papa aku, naik mobil travel sampai turun di pool Jasa
Malindo dan Trans Mitra di Simpang Haru, Padang Timur, untuk naik bis Jasa
Malindo jurusan Padang–Solok, turun di Talang. Aku dan Icha ikut naik bis
sampai turun di seberang SMP Negeri 1 Talang. Kami pun jalan kaki menuju rumah
Te Sarinah dengan menuruni bukit. Di tengah perjalanan jalan kaki itu, Icha kasih
uang ke aku 50 ribu dari Fazil.
“Uangnya dipakai
yang perlu-perlu saja. Hemat-hemat. Jangan banyak jajan,” kata Icha.
Beberapa detik kemudian,
kami tiba di rumah Te Sarinah, lewat lorong kecil yang mengapit dua sisi rumah
penduduk hingga sampai di pintu masuk rumah Te Sarinah. Tak banyak orang yang
menghuni rumah Te Sarinah saat aku tiba. Selain Te Sarinah dan Pak Etek yang
akan berangkat ke Jakarta dan menetap di Bogor beberapa hari kemudian, ada Da
Yuri (anak Te Sarinah), Uni Ala (istri Da Yuri), Rika (anak sulung Da Yuri),
dan Fathir (anak Da Yuri; adiknya Rika). Aku lihat ada anak yang beranjak
remaja, itu Fathir yang wajahnya masih seperti anak SD tapi sudah lumayan tinggi.
Aku terakhir kali bertemu Fathir sekitar tiga tahun yang lalu saat aku liburan
di Sumatera Barat. Salah satu perubahan yang dialami Fathir adalah main game
online di HP-nya, kemungkinan main Mobile Legends. Sorenya, aku sempat
nonton live reaction pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara
Australia melawan Indonesia di YouTube melalui HP aku. Pertandingan tersebut
merupakan laga debut Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas senior Indonesia,
menggantikan Shin Tae-yong yang mendadak dipecat dari kursi pelatih timnas senior
Indonesia pada awal tahun 2025. Saat Magrib, aku berbuka puasa bersama di rumah
Te Sarinah bersama sanak keluarga yang lainnya, termasuk Icha yang masih berada
di sana. Malam tiba, aku tidak ikut salat tarawih di masjid karena aku baru
tiba di Talang setelah menempuh perjalanan cukup jauh dari Padang dan ingin beristirahat
dengan menetap di rumah Te Sarinah. Sekitar jam empat pagi, aku makan sahur
pertama kali di Talang bersama sanak keluarga di kampung setelah terakhir kali
melakukannya pada tahun 2013 atau dua belas tahun lalu.






